Jangan Membanggakan Amalan (Al-Hikam)

Bismillahi rohman nirrohim . .

amalan sunnahBarusan baca-baca buku ‘Syarah Al-Hikam (Ibnu ‘Atha’illah)’, Subhanallah isinya sangat inspiratif banyak sekali untaian kata-kata indah nan penuh makna. Salah satunya dibab pertama, saya jumpai dengan kalimat “Jangan Membanggakan Amalan”. Simak penjelasannya yuuk..

Terkadang ketika seorang muslim melakukan berbagai amalan shalih, dia menyangka itu cukup untuk menyelamatkan diri dari api neraka dan memasukkannya ke dalam surganya Allah. Maka dia bergantung pada amalan-amalan itu.
Ketika kita melakukan kemaksiatan maka dia hanya cuek bebek. Dalam pikirannya, semua itu akan tergantikan oleh amalan-amalan shalih yang selama ini dilakukannya. Dia menggantungkan harapannya pada amalan-amalan itu dan mengurangi rasa berharap kepada Allah.

Sebenarnya ini adalah sebuah kesalahan besar.  Seorang muslim tidak akan pernah memasuki surganya Allah dengan amalan-amalan shalih saja, akan tetapi dengan rahmatnya Allah. Selain itu, tindakan seperti itu juga merupakan sebuah bentuk kesyirikan karena menggantungkan harapan selain kepada Allah. Padahal dalam setiap sholat, kita melantunkan  “Kepada-Mu kami menyembah dan Kepada-Mu pula kami meminta tolong”.

Dalam sebuah riwayat diceritakan ada seorang yang ahli ibadah, hidupnya hanya ibadah kepada Allah. Sholat, Membaca Ayat Suci, Dzikir dll. Ketika berada didekat Mizan ditanya, “Apakah engkau ingin masuk surga dengan amalanmu atau rahmat-Ku?” Karena laki-laki itu yakin dengan amalan yang dia lakukan semasa hidup, maka dia menjawab “Dengan Amalan-amalanku”. Takkala ditimbang, ternyata amalan-amalan yang semasa hidup dilakukan tidak mampu memasukkannya kedalam surganya Allah.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa ada seorang wanita, pekerjaanya adalah sebagai sorang pelacur. Betapa bejatnya dengan pekerjaan yang dia lakukan, dan secara tidak langsung neraka adalah tempat yang pantas untuk dia tempati.  Begitu pulang dari tempat kerjanya, dia merasa sangat menyesal dengan pekerjaan yang selama ini dia lakukan. Ingin tobat dan menyesali segala perilaku yang selama ini dia lakukan. Dalam perjalanan pulang, dia menjumpai seekor anjing yang sangat kelaparan, saat itu yang dibawa hanya secuil roti. Dengan rasa kasihan, maka wanita itu memberikan roti tersebut untuk seekor anjing yang kelaparan. Kemudian dia melanjutkan perjalanan pulangnya, tapi dalam tengah perjalanan Allah berkehendak lain, ada sesuatu kejadian sehingga menyebabkan wanita itu meninggal dunia.
Dalam perkiraan kita, pasti wanita itu pasti masuk neraka. Tapi tidak kata Allah, wanita itu dimasukkan ke Surganya Allah atas Rahmatnya.

Pelajaran yang dapat saya simpulkan dalam bab 1 Al-Hikam adalah :

  1. Kita harus tetap melakukan amalan-amalan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhmmad SAW.
  2. Kita tidak boleh bersandar kepada amalan-amalan yang telah kita lakukan.
  3. Kita harus senantiasa mengharapkan Ridho dan Rahmat dari Allah SWT.
  4. Yuuk.. perbanyak amalan-amalan dan senantiasa mengharapkan Ridho dan Rahmat dari Allah SWT.

Semoga kita semua senantiasa dekat dengan Allah SWT dan dapat meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW.
Allahumasholli Ala Muhammad . . . . 

About muhammadhusein

Belajar dari semua pelajaran dari satu tempat ke banyak tempat. Karena kewajiban saya saat ini dituntun untuk belajar dan menjadi Hebat.!

Posted on 19 Februari 2013, in Motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: