Pelajaran Hidup Novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Bismillahi rohman nirrohim . .

Ketika Tuhan Jatuh CintaTak kusangka, dulu tidak suka membaca bahkan ogah jika lihat tulisan, sepertinya melihat sosok yang mengerikan dan membosankan. Apalagi melihat buku yang isinya hanya tulisan saja, tidak ada gambarnya. Waah, meliriknya saja ogah apalagi berharap membaca.. Sory yaa.  Tapi lambat laun, rasa ingin membaca pun tumbuh dengan sendirinya, inikah hidayah yang diberikan Tuhan untukku.? Jika benar adanya, rasa sembah syukur padamu yang Maha Pengasih dan Maha Cinta Kasih Kepada Hambanya. Alhamdulillah..

Beranjak ketoko buku untuk mencari buku karangan MUHAMMAD MASYKUR AR. SAID “Mukjizat Cinta”, karena saya sangat tertarik setelah membaca novel yang berjudul “Titian Nabi”, karangan beliau juga. Kisah yang tersuguh dalam novel begitu indah seakan-akan nyata terjadi, saya pun ikut terharu membaca kisah cinta Attar-Zahra. Perjuangan cinta suci jarak jauh antara Indonesia-Mesir, tetapi bisa dilalui dengan alunan kata-kata indah dalam surat yang saling mereka kirim. Dan apa yang terjadi selanjutnya, apakah benar mereka bisa bersatu dengan ikatan cinta yang halal? Baca sendiri ya . .🙂

Kembali ke topik yang akan saya bahas disini, karena kesal tidak dapat juga novel Mukjizat Cinta yang saya cari, ada satu novel yang menyentuh hati untuk saya baca. Judulnya “Ketika Tuhan Jatuh Cinta”, membaca judulnya saja hati ini sudah bergetar, apa lagi membaca ? Tentunya sangatlah indah. Halaman demi halaman saya cermati, ternyata memang benar judul sesuai dengan isinya.

Rasa kagum ini tertuju pada sosok seorang Ahmad Hizazul Fikri atau  Fikri (Tokoh utama), dia berasal dari keluarga kurang mampu Ayahnya(Pak Qasim) hanya seorang pensiunan PNS gol rendah dan Ibunya (Bu Fatimah) hanya seorang penjual gorengan. Fikri adalah tipe orang yang pekerja keras, dengan bakat seni yang dia miliki mencoba membuat lukisan dari pasir yang kemudian dititipkan di toko-toko galeri, uang hasil jualan digunakan untuk membayar kuliah, membantu orang tuanya dan membiayai sekolah adiknya(Humaira). Salah satu toko yang dititipi adalah toko milik Kang Arif dan Koh Acung. Kang Arif bukan hanya sebagai partner kerja, dia sudah dianggap seorang kakak. Karena setiap kali Fikri ada masalah, kang Arif yang selalu setia mendengarkan dan menasehatinya.

Penggambaran Kang Fikri disini, dia orang muslim yang taat beribadah dan tegar menghadapi persoalan hidup. Entah itu menyangkut masalahnya sendiri, bahkan masalah orang lain. Sebut saja Lidya (putri koh acung), sejak hamil diluar nikah dengan pacarnya yaitu Irul (sahabat dekat fikri). Lidya mulai depresi dan kehilangan keyakinan, tetapi dengan setia dan rasa sayang kepada Lidya, Fikri dapat menegarkan hati Lidya yang hampir putus asa. Rasa sayang kepada Lidya hanya sebatas adik saja, walaupun bukan adik kandung.
Masalah datang lagi, setelah Ayah dan Ibunya meninggal dan adiknya (Ira) kabur dari rumah, karena Ira tidak dapat menerima kenyataan apa yang telah terjadi. Belum lagi kekasih hatinya yang bernama Leni Meisari yang sudah menikah dengan orang lain, karena dihati Fikri tumbuh rasa cinta kepada Leni, Leni pun juga sebaliknya. Tetapi sayang, cinta mereka berdua kandas sebelum sampai pelaminan. Leni menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya, yang paling membuat Fikri sedih adalah ternyata Leni sama sekali tidak mencintai Handi (suaminya). Tubuh leni semakin lama semakin kurus, dan wajah indah yang terbungkus jilbab mulai kehilangan cahaya. Tetapi dengan sekuat hati, Fikri tidak akan menganggu rumah tangga Leni, karena tidak ada urusan dengan dia. Bisa-bisa Fikri jadi biang pembuat kekacauan.

Kehadiran Nona Shira dalam kehidupan Fikri, menumbuhkan cinta baru. Gadis cantik bergamis blasteran Mesir-Prancis dengan mata biru tidak hanya cantik, dia juga saat sopan dan taat beribadah. Diam-diam Gadis bermata biru juga ada simpatik kepada Fikri.
Bagaimana kelanjutannya, apakah mereka berdua bisa bersatu dalam hubungan yang halal?
Ataukah ada gadis lain yang akan jadi pendamping Kang Fikri ?
Simak kisahnya dalam novel “‘Ketika Tuhan Jatuh Cinta 1&2”.😀

Sungguh sangat menarik sekali novel ‘Ketika Tuhan Jatuh Cinta’ untuk dibaca, sedikit mengambil hikmah dalam novel tersebut :

  1. Hidup itu seperti buku, yang di dalamnya terdiri dari beberapa ‘bab kehidupan’. Dalam 1 bab terdapat suatu pelajaran yang harus diselesaikan, supaya dapat melanjutkan ke bab lainnya. Hiasi bab-bab kehidupan dengan makna dan alunan kata-kata indah, sampai kau menutup bab kehidupan. Karena dalam setiap bab yang kau lalui ada ‘Tuhan yang senantiasa Jatuh Cinta kepada kita’.
  2. Cara Tuhan jatuh cinta kepada kita tidak selamanya dalam bentuk keindahan, tetapi bisa juga dalam bentuk cobaan yang tidak terduga. Langkah yang tepat adalah tetap tegar, tabah dan dengan hati yang ikhlas. Karena jika kita hadapi dengan hati yang ‘gelisah’, hanya kegelisahan dan keyakinan akan adanya Cinta Tuhan akan pudar.
  3. Ada pilihan antara ‘Waktu dan Cinta’, mana yang kau pilih ?
    Seketika menjawab cinta, dengan alasan cinta hadir dengan sejuta perasaan.
    Tetapi jawaban saya bukan itu, Waktu yang lebih berharga. Karena dengan waktu kita dapat kembali ke Cinta bahkan menolong cinta. Karena Cinta dapat hadir dalam berbagai macam Waktu, dan Waktu tidak dapat diulang walaupun hanya sedetik.
  4.  . . . . . . . . . . Nanti saya post lagi.

About muhammadhusein

Belajar dari semua pelajaran dari satu tempat ke banyak tempat. Karena kewajiban saya saat ini dituntun untuk belajar dan menjadi Hebat.!

Posted on 19 Desember 2012, in Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. fikri maulana rahman

    qw tau jawaban nya pendamping nya fikri yaitu shira kan😀

  2. Yang selalu mndpt kisah yg pling hebat dlm novel nie.

  3. Saya adalah pengagum novel “ketika tuhan jatuh cinta” ini, novel yg memberi saya semangat,kecerahan hidup serta menyadarkan saya tentang kesabaran dan bagaimana mengatasi antara masalah pribadi dan orang lain.
    Novel ini novel yang bagus. Alasan pertama saya membeli novel ini karna saya kurang mengerti apa maksud dari judul novel ini, setelah saya baca dan pahami, baru lah saya sadar maksud dan pesan dari novel ini untuk para pembaca.
    Novel ini mampu membuat saya berurai air mata saat membacanya.
    Harapan saya saat ini, ingin k bandung untuk melihat langsung tempat” serta berharap bertemu para tokoh yang ad d dalam kovel tersebut. Terutama tokoh abang hizaz dan kakak sie mata biru(kak shira).
    Semoga tak sekedar harapku. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: