Kenapa “Penyesalan” Datang di Belakang ?

Bismillahi rohman nirrohim . .

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, . .
Puja dan puji Syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan Taufiq, Rachmat, Hidayah dan InayahNya kepada kita semua khususnya kepada Saya pribadi sehingga dengan otak, mata, tangan dan anggota tubuh lainnya yang masih berfungsi sebagaimana mestinya masih diberi kesempatan menulis sebuah tulisan yang tak tau harus ke mana ku labuhkan seluruh ‘Hidupku ini’.

Sholawat dan Salam “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ”, Semoga selalu tercurah untuk junjungan Nabi Agung Muhammad SAW, yang sangat kita tunggu-tunggu Syafaat-nya di dunia dan di akherat. Dan semoga kita salah satu umat yang mendapatkan Syafaat. Amiin Allahuma Amiin. .

Suatu kisah yang teramat panjang dan berantakan dari saudara saya, sebut saja namanya Yusuf. Hidup lengkap dengan keluarga, hanya saja semasa duduk di bangku sekolah, seminggu hanya 1-2 hari bersama dengan Ayah dan Ibu. Dia tinggal di rumah bersama dengan adiknya yang usianya tidak terlampau jauh, hanya berjarak 1 th. Ayah dan Ibu bekerja di luar kota untuk mencari sesuap nasi demi meningkatkan taraf hidup keluarga dan pendidikan Yusuf dan Adiknya. Tapi apakah Yusuf sadar apa yang dilakukan orang tuanya ?

Selidik punya selidik, ternyata benar. Dia tidak sadar dengan itu semua. Dia Hidup dengan sederhana tetapi berkecukupan, Yusuf lupa dengan tugasnya sebagai seorang pelajar. Paginya berangkat sekolah, tetapi hanya sekedar berangkat dan duduk manis. Apakah cukup seorang pelajar hanya seperti itu ?
Tahun ke-1 di SMK berlalu bergitu saja, peringkat kelas selalu berada mendapatkan sepuluh besar dari belakang. Dan yang paling disayangkan tidak ada rasa penyesalan dan keinginan untuk meningkatkan peringkat. Mungkin yang dirasakan oleh kedua orang tuanya hanya termenung sedih, bingung harus bagaimana memberi motivasi kepada Yusuf.
Tahun ke-2  di SMK hampir sama, peringkat kelas selalu berada di sepuluh besar dari belakang. Tapi apa yang mau dikata, belajar tidak pernah, dan yang paling diingat saat ada Pekerjaan Rumah (PR) hanya bisa melihat dan menulis tugas milik temannya. Betapa tidak sadarnya Yusuf dengan otak yang telah dikasih oleh Sang Pencipta. Mata dan tangan jarang digunakan untuk mencari tau . Masihkan teman-teman sama seperti Yusuf ?

Inilah kejadian yang tak diduga dari seorang Yusuf pada tahun ke-3, Suatu perubahan yang datang dari doa kedua orang tuanya. Menjelang hari-hari UAS/UAN, Yusuf sadar betul bahwa dia tidak mempunyai kemampuan yang hebat dengan pelajaran sekolahan. Dengan kemampuan yang kuat, hari-hari menjelang ujian Yusuf rajin sholat malam (Tahajut) dan siam Senin Kamis. Dan memohon Ampun Kepada Sang Pencipta, sekarang Dia sadar betul bahwa “Allah Mencipkan Saya untuk tunduk dan selalu bersyukur, tapi selama ini Saya lupa dengan Mu. Kau menciptakan Otak untuk berfikir dan menyimpan memori pelajaran, menciptakan Mata untuk melihat yang indah-indah membaca yang baik-baik pula, Menciptakan tangan untuk menulis dan membantu sesama, dan menciptakan semua anggota tubuh yang kecil sampai yang besar itu semua ada fungsinya dan harus digunakan untuk kebaikan”. Yaa Allah, Yusuf menangis dalam hati dan menyesali  semua kelakuannya selama ini. Semoga Kau berkenan mengampuni semua dosa-dosa ku, Yaa Allah . . Tiada yang lebih nikmat dan membuat tenang selain Ampunan-Mu dan Petunjuk-Mu.

Hari UAS danUAN pun datang, Yusuf sudah yakin akan hadirnya Allah dalam dirinya dia menghadapi semua ujian dengan tenang karena ada Allah dan dia sudah belajar dari pinjaman buku temannya. Saat itu yang ditargetkan oleh Yusuf adalah “LULUS” bukan lagi soal nilai, karena dia sadar betul untuk mengejar nilai rasanya terlalu susah. Selang 2 minggu ujian selesai, detik-detik pengumuman tiba. Yusuf dengan yakin bahwa dia pasti mendapatkan surat bertuliskan “LULUS”.
Subhan’Allah,..  Ternyata benar, Yusuf “Lulus” dan yang lebih mencengangkan bahwa nilai rata-rata UAN ada 80,.. Inilah Kuasa Tuhan, “Penyesalan Itu Selama Akan Datang Di Belakang, Tapi Percayalah Bahwa Ada Allah Yang Akan Membuat Penyesalan Itu Menjadi Indah, Selama Secepatnya Kita Ingat Kepada-NYA Dan Menghadirkan DIA Dalam Hidup Kita“.

About muhammadhusein

Belajar dari semua pelajaran dari satu tempat ke banyak tempat. Karena kewajiban saya saat ini dituntun untuk belajar dan menjadi Hebat.!

Posted on 27 September 2012, in Motivasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: